>>>>

Selamat Datang di Website UPT Pelatihan Penyuluh Pertanian. Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Riau === Visi : “Terwujudnya Sumber Daya Manusia Pertanian yang Andal dan Profesional”

Informasi

PERTEMUAN PERCEPATAN KEGIATAN PENYULUHAN, Ir. Adry Nelson

PERTEMUAN PERCEPATAN KEGIATAN PENYULUHAN

PM Admin | Kamis, 16 Mei 2019 - 12:16:42 WIB | dibaca: 246 pembaca

UPT BPPP Riau. Adry Nelson. Kamis, 16 Mei 2019 bertempat di aula kantor UPT BP3-Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Riau diselenggarakan Pertemuan Percepatan Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan dan Dana Dekonsentrasi Penyuluhan Pertanian.

Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh Ketua Panitia Pelaksana, Bpk. H. Logo Siregar, SP., bahwa peserta pertemuan berasal 12 kab/kota pelaksana kegiatan dana dekonsentrasi. Namun yang baru sampai sebanyak 10 kab/kota, yang belum sampai dari Kab. Kep. Meranti dan Kab. Rokan Hilir. Hal ini disebabkan terlambatnya informasi yang diterima oleh peserta yang ditugaskan. Namun, diperkirakan peserta yang terlambat tersebut akan dapat hadir pada siang ini.

Acara ini dibuka oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Riau, Bpk. Ir. H. Ferry HC Ernaputra, MSi., dalam kesempatan memberikan arahan dan sambutannya beliau menyampaikan hal-hal berikut:

1.     Pada zaman sekarang yang oleh Teknologi Informasi (TI), kita sudah bisa berkomunikasi secara cepat tanpa menunggu hari esok, baik melalui HP, WA, maupun Email. Undangan untuk mengikuti pertemuan telah disampaikan ke kab/kota, namun karena lambatnya komunikasi dari pimpinan ke petugas, maka masih ada petugas yang terlambat datang. Saya harapkan kejadian ini ke depannya tidak terulang lagi.

2.     Pembiayaan kegiatan penyuluhan pertanian pada beberapa tahun terakhir cenderung mengalami penurunan, namun demikian kita harus tetap optimis bahwa kegiatan penyuluhan harus tetap bisa dijalankan, karena ini memang tugas kita bersama.

3.     Biaya Operasional Penyuluh (BOP) pada tahun anggaran 2019 oleh BPSDM-Kementerian Pertanian ditempatkan/ditumpangkan melalui anggaran BPTP Provinsi Riau. Sebenarnya bagi kita agak dilema juga bila anggaran ini diletakkan di BPTP, terutama dalam mengukur keberhasilan kinerja kita. Keberhasilan pelaksanaan penyelenggaraan penyuluhan di Riau bila dilihat dari sisi kemajuan fisik dan keuangan kegiatan (input, output, outcome, benefit, dan impact), secara administrasi akan menjadi bagian indikator kinerja BPTP, bukan indikator kinerja Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Riau. Meskipun demikian, kita tetap harus bersungguh-sungguh untuk melaksanakannya karena ini memang tugas utama kita dan yang akan menerima manfaatnya adalah petani kita di Riau.

4.     Bila dihitung tahun kalender pelaksanaan kegiatan, tidak lama lagi kita akan segera memasuki semester II, oleh karena itu setelah menerima RKA dan Petunjuk Operasional Kegiatan diharapkan kepada seluruh kabupaten/kota agar segera melakukan percepatan pelaksanaan kegiatan.

5.     Jumlah penyuluh pertanian generasi tahun 80-an seiring berjalannya waktu semakin berkurang, karena memasuki usia purnabakti, meninggal dunia, dan ada pula karena alih tugas ke bidang struktural. Sedangkan generasi penerus sebagai penggantinya belum mencukupi bila dibandingkan dengan kebutuhan yang ada. Oleh karena itu, melalui kesempatan ini Kepala Dinas menghimbau kepada para penyuluh yang hadir mampu mengajak tenaga-tenaga muda potensi di daerahnya, termasuk anak-anaknya, untuk mau terjun membangun pertanian di daerahnya masing-masing. Bila mereka segan dan enggan mengunakan cangkul yang dianggap masih tradisional, maka Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Riau siap memfasilitasinya dengan alat dan mesin pertanian (alsin) yang moderen. Apabila diantara tenaga-tenaga muda ini ada yang berminat dan berbakat sebagai penyuluh maka mereka akan kita proyeksikan atau usulkan sebagai tenaga Penyuluh Swadaya, yang bisa didanai melalui APBN atau APBD.

6.     Pada zaman digital ini seyogyanya Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) sebagai pusat penyelenggaraan penyuluhan di tingkat paling bawah tidak tertinggal oleh kemajuan zaman. BPP sekarang harus mampu memanfaatkan Teknologi Informasi sebagai media penyelenggaraan penyuluhan. Lengkapi prasarana dan sarana yang diperlukan sehingga penyuluh merasa nyaman dalam melaksanakan kegiatan penyuluhan dan dapat menjadikan BPP sebagai Rumah Penyuluh.

7.     Dalam menyikapi kemajuan dan tuntutan zaman diharapkan para penyuluh dapat meningkatkan daya saingnya sehingga mampu bersaing dengan penyuluh-penyuluh dari daerah lain atau secara nasional. 


Video Terkait:










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)