>>>>

Selamat Datang di Website UPT Balai Pelatihan Penyuluh Pertanian. Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Riau === Visi : “Terwujudnya Sumber Daya Manusia Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan yang Andal dan Profesional”

Informasi

Pelatihan Pengembangan Teknologi Budidaya Padi

PM Admin | Senin, 09 April 2018 - 11:51:49 WIB | dibaca: 64 pembaca

Pada Tanggal 9 April 2018 bertempat di Aula UPT Balai Pelatihan Penyuluh Pertanian, Kepala Dinas Tanama Pangan, Hortikultura dan Perkebunan membuka Pelatihan Pengembangan Teknologi Budidaya Padi yang dilaksanakan mulai Tanggal  9 April s.d. 13 April 2018.

Indriati Lasoma, Selaku Kepala Seksi Pelatihan BPPP Riau dalam  Laporan Persiapan Diklat mengemukakan bahwa Peserta yang mengikuti pelatihan berjumlah 30 orang yang berasal dari seluruh Kabupaten/Kota se Provinsi Riau. Indriaty mengemukakan bahwa Fasilitator pelatihan ini adalah Kepala Dinas dan Widyaiswara UPT BPPP Riau.

Kepala BPTP Riau,  DR. Ir. Nana Sutrisna, MP, dalam sambutan di acara tersebuta menyampaikan bahwa Tupoksi UPT BPTP Riau adalah Menghasilkan Komoditi yang spesifik lokasi.  Potensi Padi di Riau masih cukup luas, dan diharapkan kepada Peserta pelatihan sebagai petani padi jangan pesimis dengan banyaknya berkembang komoditi Perkebunan terutama Kelapa Sawit. Karena hasil padi sesungguhnya tidak kalah dengan komoditi Kelapa Sawit, dengan catatan menanamnya jangan hanya sekali setahun, ditambah lagi dengan menggunakan inovasi teknologi. BPTP Riau telah banyak menghasilkan inovasi dimulai dari bibit seperti IMPARA salah satu varitas padi yang merupakan varitas yang cocok untuk lahan pasang surut, selanjutnya budidaya seperti Jajar Legowo yang produksi menjanjikan. Jajar Legowo mengkondisikan semua tanaman padi berada di pinggir yang biasanya tanamannya lebih baik, dan juga menambah populasi. Invovasi di Pemupukan adalah penggunaan jerami dengan bantuan decomposer.

Kepala Dinas, Ir. Ferry HC Erna Putra, MP dalam arahannya mengemukakan bahwa ia senang bertemu dengan petani, baik itu dilahan maupun ditempat lain seperti saat ini dalam Pelatihan.

Kepala Dinas mengingatkan bahwa tujuan pelatihan dalam rangka mencapai tujuan Riau yang sampai saat ini masih kekurangan beras. Sejauh ini kekurangan beras di pasok dari Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Jambi, yang ternyata beras Riau banyak yang beredar ke Provinsi lain yang tidak terdata sebagai produksi Riau. Hal ini menuntut kerja sama kita semua terutama petani untuk selalu melaporkan hasil padinya.

Anak muda saat ini lebih cenderung pada istilah-istilah yang lebih popular yang seolah-olah memberikan penghasilan yang lebih baik, contoh sederhana anak muda akan lebih tertarik kepada yang namanya Café dibanding Warung Kopi. Oleh sebab itu mungkin perlu kita temukan istilah-istilah lain untuk petani dan kegiatannya di lahan usaha yang lebih kekinian.

Diharapkan Bapak dan Ibu petani selama mengikuti pelatihan agar dapat memanfaatkan waktu berlatih dengan baik, banyaklah bertanya berkaitan dengan teknologi padi untuk diterapkan dan menyelesaikan permasalahan yang di hadapi dilahan usaha tani nantinya.










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)